Minggu, 27 April 2014

Sms

Dapat sms yang isi kyk gini; ga tau apa artinya:

Kubuka jendela sapa angin pagi
Ringan engkau melangkah songsong hidup
ini
Hela lembut halau. Burung burng tawa riang sambut pagi yang indah
MEmberi smgat hidup ini
Roda khidupan
Enyahkan ksedihan
Jerit dan teriakan kata
Perubahan
Harus gantikan ksenagan to menyambut dunia. Ini. Slamat pagi slamat beraktifitas

Sabtu, 12 April 2014

One day

Saat hati lagi melow begini gue pasti ngetwit.. ga peduli deh apa kata orang tentang gue.


Posted via Blogaway

Jumat, 11 April 2014

Bukan salah gue!! UUD 1945 yang mengatur

Konspirasi politik selalu ada setiap di pemilihan umum. Apalagi money politik. Hampir tak bisa di hilangkan. Money politik sudah menjadi "budaya politik" di Indonesia. Ternyata hati nurani rakyat dapat dibeli. Tak perlu gue  sebutkan partainya cukup merasa saja yang gue singgung. Pileg menjadi ajang jual beli hati nurani. Hampir2 ga bisa dibedakan hitam dan putih bahkan semuax abu2.
Sekarang jamanx media sosial; hampir sosmed menyuguhkan status2 yang berkaitan dengan pileg, caleg A, Caleg B dan bla...bla..bla..
Kembali ke budaya politik.
Kata temen gue dalam status facebooknya "yang memberi suap dan yang menerima suap itu haram". Dan kata mamah dedeh dalam stasiun tipi juga mengatakan demikian bahkan beliau mengatakan "ambil aja uangnya kalo dikasih". Entar gue cari siarannya di youtube. Gue juga jadi penasaran ceramah pada pagi hari sebelum pencoblosan. Secara gue kaga nonton tipi karena pagi2 gue udah go to tps tempat gue jadi saksi partai PKS. Dan gue di ceritain tu ceramah pada esok harinya di saat gue setengah sadar lantaran gue tidur jm 3 karena jadi saksi. Temen gue donk pulang subuh; malang benar nasibmu nak hehehe.. tak apa mudahan perjuangan dan semangat demi m3nang 3 besar tak sia2. Harapannya semua caleg yang menang maupun kalah dapat berlapang dada dan ga pake mencak2 lantaran ga ada yang milih apalagi ampe bunuh diri karena terlilit hutang.  Jadi caleg keputusan anda dan jadi kalah atau menang adl pilihan dalam kancah perpolitikan. Kalo ga mau terima kekalahan mending kaga usah nyaleg z donk mba dan mas bro... kan buang2 duit z. Mending ditabung buat umroh atw haji deh. Yah.. kalau pengen nyaleg sih silakan z ga ada salahnya juga to tp sadar diri z kaleeeessss... bisa ga jadi pemimpin amanah dan adil?? Oke sebenarnya gue berada di garis netral. Tapi gue nyoblos lho bukan golput. Dan gue nyoblos kaga dibayar ya. Catat tu. Kembali kpd pemimpin amanah dan adil. Terkadang gue berfikir buat golput. Dan tanya alasannya kenapa? Secara setiap gue nyoblos tapi ga terasa perubahannya apa. Apakah fasilitas umumnya, pelayanannya atau bantuan2 untuk masyarakat. Sama sekali nothing you know.. coba z tu tengok jalan raya yang rusak. Padahal tiap hari nih orang2 yang dah duduk di kursi nyaman dan empuk wara wiri kayak strikaan rusak melewati jalan yang aduh gile rusak parah. Mank ga risih kah kalo jalan berguncang2 ga karuan gitu. Owh.. gue lupa kan pake mobil tapi sayang mobil plat merah sih. Maap2 ye.. tu mobil dinas belinya pake uang rakyat lho. Wara wiri di jalanan yang aduuuuhaaaiii bingitz kan. Ampe sekarang ga ada tu petugas yang berwenang menangani jalan rusak. Bisa jadi kalo nyetir mobil sambil merem kali yeee.. buat gue itu kebangetan. Oke sekarang gue mau protes ma pelayanannya; masih ingat donk arti demokrasi yakni "dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat". Hellooooo... plis deh.. kenapa sih pegawai2 di instansi2 kadang cuek bebek. Mau ngurus ini itu kayak bola pimpong lempar sana lempar sini. Terus itu ada pegawai yang kalo ngomong pake urat gitu. Helloooo... gue bayar pajak buat gaji loe ya... masyarakat itu raja ama tu kayak prinsip berdagang dan bertamu. Pembeli adalah raja. Tamu juga raja. Giliran bapak2 pake dasi dan jas atau ibu2 pake tas merk brended langsung deh senyum mengembang ga pke 2 centi lagi senyumnya tapi sembilan centi. Kebanyang ga tu selebar apa. Secepat kilat urusan selesai dalam sekejap kedipan mata. Menurut lho itu yang namanya adil??  Lantaran rakyat jelata tapi dilayanin semau2 elo gitu. Maka dari itu gue menghimbau buat generasi muda yang pengen memajukan bangsa loe dari orang2 kaya gitu. Sekolah yang bener. Jangan jadi orang pinter tapi keblinger. Nih bangsa kita butuh generasi muda yang gagah berani membawa perubahan yang nyata. Gue jadi ingat masa reformasi taon 1998. Peristiwa besar dalam menggulingkan orde baru pada masa itu. Saat gue liat videox di youtobe gue langsung merinding. Seolah semangat gue ikut menggelora bersama semangat mereka. Gue ngebayangin gue berdiri disana dan bersama mereka menginginkan perubahan demi rakyat Indonesia. Sekarang tinggal loe2 semua yang berfikir menginginkan perubahan atau berada diposisi yang sama bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Gue menyuarakan hak pendapat gue sesuai UUD 1945. Kalo ada yang protes dan ga suka ma tulisan gue terserah elo. Kalo elo ga bolehin gue bersuara elo melanggar HAM. Karena ini hak gue untuk mengungkapkan pendapat dan pemikiran gue. Cukup sekian dan bye..!!

Kamis, 10 April 2014

Berita

@Metro_TV: Korban Tewas Virus Ebola di Guinea Lampaui 100 http://t.co/y5duHmvs3e Shared via TweetCaster

Rabu, 19 Maret 2014

Tekanan batin

Ini benar2 tekanan batin buatku.. mengapa aku di hadapkan pada situasi yang menyeramkan, pdhal q hanya ingin tenang tampa harus berurusan dgn parpol. Perasaan ini membuat aku semakin takut akan penolqkan yang aku buat. Tapi aku harus berani untuk katakan tidak jika aku tidak menginginkannya.

Selasa, 25 Februari 2014

Dear, full Love

Dulu sering menghayal jadi seorang pengusaha sukses yang kaya raya. Apa yang aku inginkan semuanya bisa aku gapai. Hari ini aku berdiri di gedung yang tingginya mencapai seribu lima ratus meter dari tanah. Melihat dunia yang akhirnya bisa aku taklukan. Tak ada pekerjaan yang tidak sulit,  hampir semua hidup ini penuh tantangan. Sebelum aku sampai disini begitu banyak pengorbanan, pengorbanan usia yang aku habiskan tanpa seorang pendamping. Cukup sulit di terima bagi keluargaku karena hingga saat ini aku belum menikah. Lepas dari kegalauan keluargaku. Aku menikmati hari-hariku dengan bekerja. Memiliki pegawai mencapai tiga ribu enam ratus pekerja dengan lima cabang perusahaan mampu membuatku bersibuk ria.
Dalam suatu waktu pekerjaanku di bantu oleh orang-orang kepercayaanku. Ada sekretaris 1 namanya Veronika dan sekretaris 2 namanya pak Jamal. Mereka mengurus semua keperluan pekerjaanku, tapi menurutku masih kurang memanajmen. Hmm... baiklah aku membutuhkan asisten pribadi tapi dari dua puluh pelamar belum ada yang klik di hati. Seperti mencari pacar yang cocok dengan karakterku.
Kepenatanpun muncul menghampiri hari ini ingin free sejenak dari segudang aktifitas. Lagi2 vero mengirim pesan singkat mengingatkan akan meeting dengan para karyawan. Aku pikir-pikir hari ini aku ingin benar2 bebas. Kuputuskan untuk mengunjungi salah satu resto sekedar breakcoffie sejenak. Terdengar perbincangan seorang waitress dengan seorang gadis.
"Kenapa wajahmu lesu begitu? Tanya waitress.
"Kenapa sulit sekali menacari pekerjaan. Padahal kurang apa aku ini. Aku menarik, cerdas dan cantik..huuft", kata wanita itu kesal.
"Kurang beruntung saja mungkin. Bersabarlah. Kau memiliki potensi luar biasa, aku yakin kau pasti mendapat kan pekerjaan yang kau inginkan".
"Yaa mudahan doamu terkabulkan. Hmm.. aku lapar aku ingin makan",katanya sambil meloyor kedapur.
Wanita itu keluar Sambil membawa katongan di tangannya dan pamitan untuk pulang dengan tergesa-gesa.
"Hei ini berkasmu tertinggal", teriak waitress. Namun wanita itu tidak mendengar teriakan waitress tersebut. Kini giliranku yang beraksi.
"Mba, berapa bil saya",tanyaku kepada waitress lain.
Sang waitress menyodorkan bil yang aku minta dengan segera aku mengambil uang dan menyodorkannya kepada waitress tersebut.
Dengan penuh keberanian aku menghampiri waitress yang bicara dengan wanita tadi.
"Permisi..hmm..boleh saya tau wanita yang berbincang dengan anda tadi di sini?", tanyaku memulai obrolan.
"Oohh..wanita tadi ya? Namanya Alexandra Keyla",jawabnya sambil tersenyum. "Memangnya ada apa?", tanyanya lagi.
"Apa dia sedang mencari pekerjaan?", tanyaku lagi.
"Iya benar dia sedang mencari pekerjaan namun hingga saat ini dia belum mendapatkan panggilan. Padahal dia menarik tapi entah apa yang membuat ia belum memperoleh pekerjaan",kata waitress itu menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi.
"Boleh saya lihat berkas lamarannya yang tertinggal tadi?", kataku singkat.
"Oh iya ini",kata waitress tadi sambil menyodorkan berkas lamaran wanita tadi.
Hmm.. menarik juga curriculum vitenya.
"Kebetulan saya HRD di kantor depan. Saya akan bawa berkas ini". Kataku tanpa fikir panjang.
"Waaahh... kebetulan sekali. Kalo bisa teman saya di terima di kantor anda ya", kata waitress itu penuh harap.
Aku pun hanya tersenyum dan segera beranjak dari dudukku. Namun aku kembali akan ingat sesuatu.
"Oh ya saya berharap anda tidak mengatakan kepada Alexandra dulu tentang berkas ini. Saya tidak mau memberikan harapan. Berkas ini masih perlu kami pelajari",kataku mengingatkan.
"Oke", katanya singkat dengan dengan senyuman penuh harap.
Tepat pukul tiga siang meeting dengan karyawan selesai. Berkas wanita tadi masih berada di tanganku.
"Pak jamal tolong bisa keruangan saya sebentar?",kataku kepada sekretarisku.
"Baik Presedir",kata pak Jamal dengan hormat.
Selang beberapa menit saja pak Jamal langsung meluncur keruangan kerjaku.
"Pak Jamal tolong carikan informasi secara detail dan akurat tentang wanita ini",kataku tanpa basa basi.
Pak Jamal membuka map yang ada di depannya. Tanpa banyak bertanya pak Jamal mengerti apa yang di inginkan bosnya.
"Baik presedir, saya akan segera mencari apa yang anda inginkan", kata Pak Jamal hormat dan segera undur diri.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan informasi tentang Alexandra. Selang tiga hari saja laporan pak Jamal udah ada di meja kerjaku. Aku mengamati satu persatu kalimat di dalamnya. Good nice. Secepat kilat tanganku menyambar gagang telpon dan tersambungkan ke bagian HRD.
"Kamal, tolong keruangan saya sekarang!!",perintahku.
"Baik presedir", jawabnya hormat.
Kembali ku baca dan ku amati kertas2 ditanganku, sesekali aku tersenyum riang." Inilah orang yang aku cari",pikirku.
Terdengan suara ketokan pintu.
"Masuk", kataku tegas.
"Permisi presedir, ada yang bisa saya bantu?", tanya Kamal.
Ku menyodorkan map lamaran kerja Alexsandra.
"Tolong hubungi orang ini atas nama HRD. Saya yang akan menemuinya langsung diruang meeting", kataku tegas.
"Sekarang presedir?", tanyanya terbata2.
"Tahun depan. Ya iyalah sekarang. Gimana sih kamu ini", kataku dengan suara sedikit meninggi. Ku lirik jam tanganku menunjukkan pukul 9.30 pagi "oh iya jam 11 ini saya tunggu ya", kataku menutup pembicaraan.
"Baik presedir. Permisi", kata Kamal undur diri.
Setiap hari aku harus mengontrol jalannya pekerjaan setiap departemen. Berkeliling dengan beberapa General Manager masing2 departemen. Membicarakan progres persentasi perusahaan yang semakin pesat. Selain di ruangan formal perbincangan kami bisa dimana saja yang terpenting kontrol dan manajemen yang baik dari pimpinan harus tetap berjalan.
Terdengar suara handphone pak Jamal berdering. Kemudian terjadi obrolan singkat yang terdengar lirih.
"Maaf presedir pesan dari HRD, wanita itu sudah menunggu di ruang meeting", kata pak Jamal sambil mendekatkan diri ketelingaku.
Hanya satu kodeku yaitu menganggukkan kepala.
"Oke, kita akan lanjutkan nanti pembicaraan kita", kataku mengakhiri ekspedisi keliling2 kali ini. Dengan hormat para GM mempersilahkan kami pergi.
Tujuanku langsung ke ruang meeting. Di dalam ruang meeting terlihat Kamal berbincang dengan wanita itu. Sontak Kamal berdiri melihat kedatanganku di ikuti wanita itu juga ikut berdiri.
"Tinggalkan kami", kataku pada Kamal dan juga pak Jamal yang sedari tadi mengikuti. Mereka meninggalkan ruangan tanpa dengan hormat.
Wanita itu masih berdiri ditempatnya.
"Silahkan duduk",kataku mempersilahkan dan aku pun ikut duduk. "Saya sudah membaca surat lamaran anda", aku melanjutkan pembicaraan." Bagaimana? Apakah anda tertarik bergabung dengan perusahaan kami?", tanyaku meyakinkan.
"Maaf sebelumnya.. amm.. saya tidak tau bagaimana surat lamaran saya bisa masuk perusaahan ini. Tiba2 saya di telpon dan diminta segera melakukan interview", katanya menjelaskan dengan wajah kebingungannya.
Aku pun hanya diam dan sedikit tersenyum simpul melihat kebingungannya.
"Saya berfikir apakah saya benar2 di terima bekerja disini atau hanya ilusi saja. Apakah anda serius mempekerjakan saya presedir?", tanyanya tak percaya.
"Anda tidak perlu bingung dengan ini semua. Saya yakin dengan pilihan saya dengan mempekerjakan anda",kataku meyakinkan.
"Gaji anda Rp. 6,5 juta per bulan Pekerjaan anda tidak sulit, anda cukup di sisi saya dan mengatur schedule2 saya".
"Maksud anda?",tanyanya bingung.
"Anda cukup jadi assisten pribadi saya, karena saya membutuhkan assisten pribadi untuk mengatur schedule2 saya", kataku memberi penjelasan.
Terlihat wajah penuh pertimbangan disana. Dengan menatap wajahku dan dengan mantap ia berkata.
"Baik, saya akan bekerja untuk anda dan dengan kemampuan saya", katanya tegas dan terlihat senyum manisnya.

To be continue...... ♥♥♥♥

Minggu, 23 Februari 2014

Heart

Dear day,
Aku seperti buah simalakama. Serba salah. Takut akan takdirku sendiri. Tuhan telah menciptakan manusia berpasang2an. Aku merasa rasa yang aku punya bukan untuk kaum adam. Merasa ingin bahagia tp dengan wanita yang q sayangi. Terlalu lelah q memendam perasaan seperti ini. Namun aku ungkapkan akan jadi aib buat diriku sendiri. Berikan aku cara paling mudah untuk menjalani setiap pilihan hidupku Ya Tuhan..